Rahasia Tulang kuat Lansia, Manfaat Kolang-Kaling Untuk Nyeri Lutut

Charitas Hospital Klepu
Foto Page Detail

Pendahuluan

Lansia adalah individu berusia 60 tahun ke atas. Penuaan merupakan proses alami yang menyebabkan penurunan fungsi organ secara bertahap, termasuk sistem muskuloskeletal. Penurunan ini membuat lansia rentan terhadap gangguan kesehatan, salah satunya peradangan sendi (Ancha, 2021;Kusumo, 2020).

Pengobatan secara herbal saat ini banyak dilakukan untuk menjadi alternatif dalam penanganan RA (Muizzulatif, Sukohar, Ayu, & Irawati, 2019). Terapi non farmakologi untuk mengurangi skala nyeri rematik salah satunya memanfaatkan kolang kaling. Khasiat kolang-kaling bisa meredakan radang pada sendi. Buah dari pohon aren tersebut mengandung zat galaktomanan yang bisa meredakan nyeri radang sendi. Untuk kesehatan sendi mengkonsumsi secara rutin minimal 100 gram kolang-kaling setiap hari dengan cara merebus kolang-kaling tanpa gula dan tanpa pewarna (Purwati, 2018).

Kandungan buah kolang-kaling

Buah kolang kaling mengandung 52,9% karbohidrat, 39% serat kasar yang baik untuk pencernaan, kandungan serat dan karbohidrat yang tinggi menjadikan kolang kaling lebih lama dicerna dalam perut sehingga dapat menekan nafsu makan dan menyimpan energi lebih lama. Dalam 100 gram kolang kaling terkandung 0,4 gram protein, kadar abu 1 gram, energi 27 kkal,

lemak 0,2 gram, karbohidrat 6 gram, serat 1,6 gram, fosfor 243 mg, zat besi 0,5 mg, 162,04 mg vitamin C dan kadar air dalam kolang kaling mencapai 91,8% (Nengah & Nyoman,2017).

Kandungan serat dan mineral dalam setiap 100 gram kolang-kaling yaitu energi 27 kkal, protein 0,4 gram, lemak 0,2 gram, karbohidrat 6 gram, serat 1,6 gram, kalsium 91 mg, fosfor 243 mg dan zat besi 0,5 mg serta kadar air mencapai 94%. Tingginya kandungan mineral seperti kalsium, besi dan fosfor sangat berkhasiat menjaga tubuh tetap bugar dan sehat. Selain itu, juga mengandung vitamin A, vitamin B dan vitamin C (Julianto, 2014). Sedangkan kandungan potasium, besi, kalsium, vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan gelatin yang dapat dicerna oleh tubuh berfungsi untuk mensintesa kolagen. Kolang-kaling juga mengandung albumin hingga 60% dan kadar abu sekitar 1 g dan serat kasar 0,95 g (Lempang, 2012). Kolang-kaling memiliki kadar air sangat tinggi mencapai 93,6% disamping juga mengandung protein 262,344%, karbohidrat 56,571% serat kasar 10,524% (Tarigan dan Kaban, 2009).

Manfaat buah Kolang-Kaling

  1. Memperkuat Tulang Manfaat kolang kaling untuk tulang telah terbukti karena dalam 100 gram kolang kaling terdapat 91 g kalsium yang bermanfaat untuk memperkuat tulang. Buah kolang kaling bermanfaat sebagai makanan diet. Kolang kaling bisa mengenyangkan tubuh dalam waktu yang lama karena buah yang berasal dari pohon enau ini memiliki kandungan minuman dan gelatin dalam jumlah yang banyak.
  2. Memperlancar Pencernaan Mengkonsumsi buah kolang kaling 10 butir setiap hari bermanfaat untuk memperlancar pencernaan atau mengatasi sembelit karena di dalam buah yang kenyal tersebut mengandung banyak serat.
  3. Mengatasi Radang Sendi Khasiat kolang kaling bisa meredakan radang pada sendi. Buah dari pohon aren tersebut mengandung zat galaktomanan yang bisa meredakan nyeri radang sendi. Untuk kesehatan sendi mengkonsumsi secara rutin minimal 100 gram kolang kaling setiap hari dengan cara merebus kolang kaling tanpa gula dan tanpa pewarna.
  4. Mengobati Gatal-Gatal Pada Kulit Kolang kaling bisa digunakan untuk mengatasi gatal-gatal. Caranya, getah kolang kaling untuk mengatasi gatal-gatal pada kulit.

Olahan Kolang-Kaling untuk Nyeri Sendi

  • Olahan kolang-kaling untuk nyeri sendi tidak harus membosankan. Ada beberapa cara pengolahan yang tetap mempertahankan kandungan nutrisinya:
  • Kolang-kaling rebus sederhana adalah pilihan terbaik untuk menjaga kandungan galaktomannan. Rebus kolang-kaling selama 10-15 menit tanpa tambahan gula atau pemanis buatan. Air rebusannya juga bisa diminum karena mengandung nutrisi yang larut dalam air.
  • Campuran kolang-kaling dengan buah segar memberikan variasi rasa sekaligus menambah asupan antioksidan. Bisa dicampur dengan semangka, melon, atau buah berry untuk meningkatkan efek anti-peradangan secara keseluruhan.
  • Sup kolang-kaling dengan sayuran adalah cara kreatif untuk memasukkan kolang-kaling dalam menu sehari-hari. Tambahkan wortel, brokoli, atau sayuran hijau lainnya untuk mendapatkan nutrisi yang lebih lengkap.

Yang dihindari saat mengolah kolang-kaling dengan santan kental atau gula berlebihan yang justru bisa memicu peradangan. Kalau ingin pakai pemanis, gunakan madu dalam jumlah sedikit saja.

Kesimpulan

Kolang-kaling menawarkan potensi yang menjanjikan sebagai bagian dari pendekatan menyeluruh untuk mengatasi nyeri sendi. Dengan pemahaman yang benar tentang cara mengkonsumsi kolang-kaling untuk nyeri sendi, kita bisa memanfaatkan bahan alami ini untuk mendukung kesehatan sendi secara berkelanjutan. Keberhasilan dalam mengatasi nyeri sendi memerlukan komitmen terhadap perubahan gaya hidup yang menyeluruh, dimana kolang-kaling berperan sebagai salah satu komponen penting dalam strategi nutrisi. Kombinasi antara pengobatan herbal radang sendi, perawatan medis yang tepat, dan pilihan gaya hidup sehat akan memberikan hasil terbaik untuk kesehatan sendi jangka panjang.

Daftar Pustaka

Ancha. (2021). Proses penuaan dan dampaknya terhadap kesehatan lansia. Jakarta: Penerbit Kesehatan Nusantara.

Sari, V. A. (2019). Aplikasi Pemberian Kolang Kaling (Arenga Pinnata) Untuk Menurunkan Skala Nyeri Artritis Reumatoid Pada Keluarga Lansia. Karya Tulis Ilmiah Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang. Magelang.

Purwati, P., & Nugrahini, T. (2018). Pemanfaatan Buah Kolang Kaling Dari Hasil Perkebunan Sebagai Pangan Fungsional. Jurnal Abdimas Mahakam, 2(1), 24-33. https://doi.org/10.24903/jam.v2i1.291

Nengah, W. I. & Nyoman, A. S. (2017). Pertumbuhan Lactobacillus casei subsp. rhamnosus pada media yang Disuplementasi Tepung Kolang Kaling. Jurnal Rekayasa Dan Manajemen Agroindustri. 5(2). 1–9.

Lempang, Mody. 2012. Pohon Aren dan Manfaat Produksinya. Jurnal Ilmiah

Purwati, T. N. (2018). Pemanfaatan Buah Kolang Kaling Dari Hasil Perkebunan Sebagai Pangan Fungsional, Jurnal Abdi Mahakam Vol 2 No.1

Jangan Biarkan Nyeri Sendi Membatasi Gerak Anda! Segera konsultasikan keluhan nyeri lutut atau sendi Anda dengan Dokter Spesialis Ortopedi atau Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Reumatologi) di unit Charitas Hospitals terdekat.

Kini, pendaftaran dokter jadi lebih mudah dan cepat! 📲 Booking jadwal dokter Anda langsung melalui aplikasi MyCharitas. Tersedia di Google Play Store & App Store. Nikmati layanan kesehatan berkualitas tanpa antre lama.


Kembali
Charitas Mobile Care